Sejarah Perkembangan

By Admin 07 Apr 2014, 13:32:28 WIB

Berdirinya Yayasan Walisongo Pecangaan tidak bisa lepas dari keberadaan Lembaga Pendidikan yang telah ada sejak tahun 1965, yaitu Muallimin NU, karena lembaga inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Yayasan Walisongo pada tahun 1980.

        Selain Muallimin NU yang kemudian berubah nama menjadi PGAP (Pendidikan Guru Agama Pertama), PGAA (Pendidikan Guru Agama Atas) pada tahun 1970 juga telah ada lembaga pendidikan Madrasah Diniyah Awwaliyah yang berada dalam satu kepengurusan.

      Pada tahun 1978 mengikuti peraturan pemerintah yang berlaku, maka PGAP berubah menjadi MTs (Madrasah Tsanawiyah) sedangkan PGAA berubah menjadi MA (Madrasah Aliyah).

      Untuk memperkuat secara yuridis formal keberadaan lembaga-lembaga yang dikelola oleh pengurus pada saat itu, maka pengurus madrasah sepakat untuk mengubah lembaga kepengurusan menjadi sebuah Yayasan yang kemudian diberi nama Yayasan Walisongo yang berbadan Hukum berdasarkan Akte Notaris J. Moeljani SH Semarang Nomor 100, pada tanggal 15 Februari 1980, dan untuk pertama telah diangkat sebagai Dewan Pengurus Yayasan adalah sebagai berikut :

1 Ketua : Hasan Asnawi
2 Wakil Ketua : K. Mahfudz Asymawi (alm)
3 Sekretaris I : Suwadji
4 Sekretaris II : Muhamad Hasan
5 Bendahara I : H. Masyhuri
6 Bendahara II : H. Malik
7 Pembantu : 1) . H. Abdul Jalil
      2). Hafidz Hamzawi 
      3). Achmad

       Susunan Pengurus Yayasan Walisongo Pecangaan berdasarkan Akte Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah Zainur Rohman, SH. Jepara Nomor : 05 pada tanggal 13 Mei 2009 yang terdiri dari Pembina, Pengurus, dan Pengawas adalah sebagai berikut :

1. Pembina Ketua : H. Hasan Asnawi  3. Pengawas Ketua : KH. Ahmad Asy’ari Sajid
  Anggota : 1. Zakariya Asymawi   Anggota : 1. Fauzan
      2. KH. Mustai       2. Abdul Kohar
      3. Achmad Rosjid        
      4. Sunarto        
2. Pengurus Ketua : H. Chafid Ketua        
  Ketua I : Mahalli   Sekertaris I : M. Nasucha Durri
  Ketua II : H. Jumadi Ibrahim   Sekertaris II : Sandhi Nugroho
  Ketua III : Muhammad Yusuf   Bendahara I : Hanim Maghfiroti
  Ketua IV : Masruri   Bendahara II : Nailal Hidayah