Pondok Pesantren Yayasan Walisongo Pecangaan

By Admin 02 Jan 2018, 17:56:36 WIB Yayasan
Pondok Pesantren Yayasan Walisongo Pecangaan

Cikal bakal Pondok Pesantren Walisongo adalah pondok pesantren Mathla’un Nasyi’in yang sudah berdiri sejak tahun 1935-an, yang diprakarsai oleh KH. Asymawi Mukmin Al Maghfirullah.
Pada mulanya hanya ada sekitar 60 santri putra dari daerah Jepara sendiri, Demak, Pati dan Kudus yang nyantri dan menetap di pondok ini. System pengajarannya pun semata menggunakan cara “sorogan” dan “bandhongan” yang disesuaikan dengan kemampuan santri. Pada perkembangannya system ini berubah menjadi system klasikal, yakni model Madrasah Diniyah, dengan memanfaatkan serambi rumah Kyai dan rumah tetangga sebagai tempat mengaji.Memasuki tahun 1960-an, karena sarana yang ada sudah tidak memadai, seiring dengan semakin bertambahnya jumlah santri, maka atas inisiatif pengasuh, lokasi pesantren dipindahkan ke pecangaan kulon, kurang lebih 350 meter dari pesantren lama.
Tidak berselang lama, yakni pada tahun 1963, KH. Asymawi Mukmin dipanggil menghadap sang pencipta. Pesantren kemudian diteruskan oleh putranya yaitu KH. Mahfudh Asymawi (Alm.), yang pada saat itu baru saja pulang dari nyantri di pesantren Mathla’ul Anwar Kajen Pati.
Beliau memiliki karakter sebagai sosok yang getol merintis dan mengembangkan lembaga pendidikan. Maka dibawah sentuhan tangan beliau ini pondok pesantren Mathla’un Nasyi’in terus berkembang sehingga menjadi embrio berdirinya lembaga pendidikan yang bernaung di lingkungan Yayasan Walisongo saat ini.
Lembaga pendidikan yang pertama berdiri adalah Muallimin NU. Berdirinya lembaga ini diprakarsai oleh beliau pada tahun 1965 dan pada tahun 1966 pondok pesantren Mathla’un Nasyi’in ini juga telah berkembang menjadi Madrasah Diniyah Awwaliyah. Pada awal kegiatannya Muallimin NU ini dilaksanakan di desa Troso, yang kemudian pada tahun 1970 madrasah ini pindah ke Pecangaan, dan kemudian berganti nama menjadi PGAP/ PGAA, yang berlokasi di lingkungan Masjid Besar Walisongo Pecangaan sampai sekarang. Pada awal berdirinya sampai dengan tahun 1988 lembaga ini dipimpin langsung oleh KH. Mahfudh Asymawi.
Setelah berdirinya dua lembaga madrasah ini, maka kepengurusan madrasah pada tanggal 15 Pebruari 1980 telah berubah menjadi sebuah Yayasan berdasarkan akte notaries, yang kemudian diberi nama Yayasan Walisongo. Dalam naungan Yayasan inilah dua lembaga pendidikan yang ada telah memiliki payung hukum, termasuk di dalamnya adalah pondok pesantren Mathla’un Nasyi’in.
Dengan semakin berkembangnya Madrasah/ Sekolah di lingkungan Yayasan Walisongo, maka dituntut juga tersedianya sarana pemondokan bagi para siswa yang berasal dari luar Pecangaan. Sehubungan dengan hal ini maka kemudian pondok Mathla’un Nasyi’in, yang pada saat itu memang sudah dalam satu kepemimpinan dengan Yayasan, maka dimasukkan dalam satu manajemen di lingkungan Yayasan Walisongo, dalam rangka untuk lebih memantapkan peran dan fungsi masing-masing yang memang saling mendukung dan membutuhkan, yang kemudian diberi nama Pondok Pesantren Walisongo, yang pada perkembangan berikutnya menjadi Pondok Pesantren Walisongo I.
Selang beberapa tahun kemudian, dengan semakin berkembangnya jumlah siswa yang belajar di lingkungan Yayasan Walisongo, maka semakin banyak pula kebutuhan terhadap pemondokan bagi para siswa dari luar Pecangaan, yang cenderung semakin meningkat jumlahnya. Maka bersamaan dengan berdirinya lembaga pendidikan baru di lingkungan Yayasan Walisongo, yaitu Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) yang mengharuskan para siswanya untuk tinggal di Asrama maka kemudian berdiri sebuah pondok pesantren baru bernama Nurul Hijrah didirikan oleh Drs. KH. Ahmad Asy’ari, M.Ag yang pada saat itu beliau juga sebagai Kepala MAK.
Sejalan dengan adanya keharusan bagi siswa MAK untuk tinggal di Asrama, maka untuk mengefektifkan pengelolaan dan koordinasi antara pondok dan MAK, maka pondok pesantren Nurul Hijrah kemudian berada dalam satu manajemen Yayasan Walisongo, yang kemudian diberi nama Pondok Pesantren Walisongo 2.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

JEPARA Prakiraan Cuaca

Online Support (Chat)

ahmadsholik


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Favorit Anda?
  Mahyeldi Ansyarullah - Emzalmi
  Robby Prihandaya - Dewi Safitri
  Tommy Utama - Laura Hikmah
  Willy Fernando - Vicky Armita
  Laura Himah i Nisaa - Safaruddin

Komentar Terakhir

  • Tommy Utama

    Para pengunjuk rasa membawa bendera-bendera Palestina dan foro-foto pemimpin tertinggi ...

    View Article
  • Rizal Faizal

    asyik aja dehh... ...

    View Article
  • Udin Sedunia

    hm... kae.x perlu juga ne bantuan dari para konselor...:) ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video